Semangat Skripsi ! Tips skripsi cepat selesai

Cara Cepat Menyelesaikan Skripsi

Tips skripsi cepat selesai  – Skripsi merupakan tugas akhir sebagai syarat kelulusan mahasiswa untuk menjadi seorang sarjana yang sering jadi momok bagi mahasiswa tahap akhir untuk menyelesaikan studinya. Tidak semua mahasiswa punya kemampuan atau bakat dalam membuat sebuah rangkaian penelitian dalam bentuk sebuah hasil akhir skripsi untuk di uji sebagai syarat kelulusan menjadi seorang sarjana. Tak jarang, syarat skripsi ini membuat mahasiswa sering mengalami pikiran buntu, akhirnya malas mengerjakan dan berujung kuliah tak kunjung selesai. Baca tips skripsi cepat selesai berikut ini.

tips skripsi cepat selesai

Angkernya pembuatan skripsi sering ditambahi beberapa mitos yang beredar dikalangan mahasiswa bahwa sepintar apapun mahasiswa dan secepat apapun menyelesaikan mata kuliah, mahasiswa tersebut belum teruji dan belum tentu bisa cepat menyelesaikan skripsi.

Ibarat sebuah maraton, yang penting adalah finishnya. Buru-buru menyelesaikan mata kuliah namun lambat di skripsi juga tidak bisa cepat lulus. Jika kamu kalah dalam menyusun strategi skripsi, bisa jadi proses kelulusanmu akan di salip oleh mahasiswa yang biasa saja tapi rajin. Jadi kunci skripsi adalah rajin, namun juga harus tahu strategi mengerjakannya, tanpa itu akan banyak waktu terbuang percuma yang justru menghambat kelulusanmu.

Idealnya sebuah skripsi adalah hasil orisinil sebuah pemikiran mahasiswa berdasarkan riset ilmiah yang akhirnya dijadikan sebuah karya ilmiah yang bermanfaat bagi dunia akademis. Kesulitan membuat skripsi secara garis besar ada 2 faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal, seperti ulasan berikut ini:

Faktor Eksternal, harus Pintar Adaptasi dengan Lingkungan

Kendala skripsi dari faktor eksternal ini berasal dari lingkungan terutama sekali dosen. Dosen yang terlalu sibuk dan susah ditemui seringkali menimbulkan masalah lain yaitu malas melanjutkan skripsi. Kamu harus punya strategi khusus mengatasi hal ini agar bisa cepat lulus misalnya terkait literatur ilmiah yang harus dilampirkan atau dijadikan sumber skripsi.

Kondisi seperti ini bisa diatasi dengan kepiawaian atau kerja keras kamu untuk beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Jika karakter dosen menjadi masalah, cari celahnya dan ikuti alur pemikirannya. Jika aturan kampus yang menyulitkan, tanya kira-kira bagaimana menyiasatinya.

Faktor Internal, Ingat Masa Depan dan Harapan Orang Tua

Kendala skripsi dari faktor internal ini muncul dari diri mahasiswa itu sendiri. Kendala internal ini hampir pasti akibat kemalasan yang akhirnya merembet ke hal yang lain. Kemalasan sendiri bisa jadi disebabkan susah menemui dosen atau faktor lainnya. Jika kamu menghadapi kondisi seperti ini solusinya adalah ingat masa depan dan harapan orang tua. Kalian kuliah tidaklah gratis, ingat berapa besar biaya orang tua agar kalian cepat lulus. Lagi pula makin lama lulus makin sempit kesempatan kalian untuk berkarir karena persaingan kerja juga semakin ketat akibat makin banyaknya pesaing dari adik-adik kelas.

Kedua faktor diatas solusinya hanya satu yaitu kerja keras dan pantang menyerah. Bagaimanapun susahnya ketemu dosen, jika kamu  kejar terus maka akan berhasil juga. Kuncinya adalah motivasi. Setelah motivasi untuk menyelesaikan skripsi itu ada, langkah selanjutnya adalah membuat strategi yang bisa mahasiswa akhir terapkan agar skripsi cepat terselesaikan, seperti ulasan berikut ini:

Skripsi, sebagai tugas akhir yang harus diselesaikan menuju sarjana, adalah kombinasi kemampuan motivasi diri, kepiawaian adaptasi dengan lingkungan serta kemampuan menerapkan kemampuan akademis yang kita miliki. Tahapan dibawah ini bisa kalian jadikan pertimbangan agar skripsi cepat selesai:

1. Kuliah Tidaklah Gratis, Ingat Biaya dan Harapan Orang Tua

Biaya pendidikan itu mahal, ingatlah bagaimana sulitnya orang tua mencari dana kuliah kamu. Makin lama kalian lulus makin mahal biaya sekolah dan juga biaya hidup. Orang tuamu pasti akan makin bersedih jika kalian telat lulus.

Tidak semua orang tua mampu membiayai pendidikan anaknya dengan mudah. Tak jarang untuk bisa kuliah mereka berjuang keras menyisihkan hasil dagang, uang gaji bulanan, atau bisa saja uang yang dikirimkan itu adalah uang hasil pinjaman.

Jika terlalu bersantai-santai dalam mengerjakan skripsi kuliah, bisa jadi kita termasuk anak durhaka yang tidak bisa memanfaatkan jerih payah orang tua kita.

2. Adaptasi dengan Karakter Dosen dan Belajar Mulai Mendekatinya

Sebagai mahasiswa kita tidak bisa memilih dengan dosen siapa kita akan mendapatkan pembimbing skripsi. Semua sudah diputuskan dari pihak jurusan atau fakultas. Kalau dapat dosen yang enak bersyukurlah skripsi bisa cepat selesai, kalau dapat dosen “killer” bersyukur juga karena kamu akan mendapatkan ilmu penting bagaimana bisa adaptasi dan mengikuti alur pikiran pembimbing yang bisa jadi kamu tidak sukai. Kelak ilmu seperti ini penting dalam dunia kerja.

Jika sudah mendapatkan dosen pembimbing belajarlah untuk mendekati dosen pembimbing, dan sampaikan keinginanmu terkait skripsi yang akan dibuat atau akan diselesaikan. Proses skripsi sebenarnya bisa lebih mudah jika kita mengajukan skripsi sesuai dengan usulan proyek dari dosen. Karena sedikit banyak kita akan terbantu dengan adanya proyek penelitian tersebut. Kita butuh cepat lulus, dosen juga butuh proyek penelitiannya cepat selesai. Jika tidak bisa menemukan kondisi ideal tersebut, maka jalan berikutnya adalah kamu harus pintar mendekati dosen pembimbing.

Tak ada salahnya kita belajar dari Asisten Dosen dan mahasiswa yang aktif dimana mereka cenderung lebih cepat saat menyelesaikan skripsi, bukan karena mereka hebat atau pintar sekali, namun karena mereka mendapat dosen pembimbing yang mudah ditemui dan banyak memberikan bantuan dalam menyelesaikan skripsinya.

3. Jangan Terlalu Idealis

Judul atau tema skripsi sebenarnya banyak, namun tak jarang banyak mahasiswa yang sering bimbang sampai memakan waktu berbulan bulan hanya untuk mencari dan memilih judul. Percayalah, tidak ada judul yang ideal, terlalu sulit untuk dikerjakan atau akan seterusnya mudah jika dikerjakan. Semua punya tingkat kerumitan tersendiri, apapun tema dan judulnya. Prinsipnya segera putuskan judul mana yang akan diajukan dan segera dikerjakan. Kalo perlu gunakan jasa skripsi semarang.

Kondisi yang sering terjadi, banyak mahasiswa cepat dalam studi mata kuliah, rata-rata selesai 4 tahun, namun untuk menyelesaikan skripsi jarang yang bisa selesai dalam 1 semester.

Untuk mempermudah dalam mengerjakan skripsi nantinya, hal paling mudah adalah mengambil judul dari apa yang kita pahami dengan baik dan ada di sekitar kita. Dari sini kamu tinggal menambahkan metode saja sudah bisa mengerjakan layaknya menyelesaikan mata kuliah saja.

Selain itu, hindari mencari judul yang terlalu sulit dan susah diselesaikan. Jangan terlalu idealis, khusus skripsi tahap S1 ambil saja prinsip yang penting cepat lulus, karena skripsi itu membuat penelitian ilmiah, bukan perlombaan mencari judul paling susah.

4. Buat Jadwal Waktu Penyelesaian dan Pasang Target Harus Selesai 1 Semester

Perlu diketahui bahwa untuk bisa sukses kita harus memiliki target, tidak hanya dalam dunia kerja, namun juga sudah harus dimulai sejak jaman kuliah. Target penyelesaian skripsi salah satu contoh paling tepat bagi mahasiswa tahap akhir. Target bisa dibuat dalam bentuk ”time schedule” mingguan yang bermanfaat agar penyusunan skripsi itu bisa dilakukan  semaksimal mungkin dan tidak molor.

Mempelajari jadwal dosen pembimbing merupakan salah satu strategi menyelesaikan skripsi yang perlu diketahui. Dosen pembimbing adalah konsultan kita, harus rajin ditemui, dan jangan justru ditakuti atau malah dihindari.

5. Mengurangi Kegiatan Ekstra kurikuler Di Kampus

Mahasiswa tahap akhir sudah bukan waktunya lagi untuk aktif di Kegiatan ekstra kurikuler.  Idealnya masa studi sarjana adalah 8 semester untuk studi mata kuliah sedangkan 1 semester untuk menyelesaikan skripsi dengan cadangan 1 semester berikutnya jika belum selesai. Jadi pas waktunya 4,5-5 tahun. Habiskan hobi ekstra kurikulermu di 4 tahun kuliah dan hanya fokus untuk skripsi di sisa semester diatas 4 tahun tersebut agar skripsi cepat selesai.

6. Banyak Berkumpul dengan Sesama Mahasiswa Tingkat akhir

Memilih teman saat menjadi mahasiswa tahap akhir ikut menentukan kapan kamu bisa lulus. Jika kamu sudah masuk tahap skripsi, maka banyaklah berkumpul dengan mahasiswa tahap akhir lainnya agar semangat dalam menyelesaikan skripsi. Selain itu jika bertemu dengan teman sesama proses skripsi maka bisa saling berbagi metode penyelesaian skripsi dan juga kendala yang sedang dialami, misalnya terkait literatur atau cara menghadapi dosen pembimbing. Hal ini bisa membantu kita mempercepat penyelesaian skripsi.

Selama skripsi banyak-banyaklah mencari teman seperjuangan yang bisa memotivasi kamu dan hindari teman yang jarang ke kampus karena bisa jadi racun yang menghambat penyelesaian skripsi.

7. Jangan “Nyambi” Kerja atau Memikirkan Cari Kerja

Skripsi saja belum selesai, jangan sampai sibuk berpikir mencari kerja. Konsentrasi yang pecah bisa menghambat penyelesaian skripsi itu sendiri. Banyak mahasiswa yang coba-coba “nyambi” kerja akhirnya gagal wisuda karena terlanjur mendapatkan pekerjaan sehingga skripsinya jadi molor atau bahkan tidak pernah selesai karena sibuk bekerja. Coba kalian pikirkan setelah lulus pasti kita akan mencari kerja, dan alangkah ruginya kalau sampai gagal jadi sarjana padahal sudah sampai tugas akhir.

Ingat, orang tua selama ini bekerja keras membiayai kuliah kita dan pastinya keinginan melihat anaknya memakai toga dan menjadi sarjana.

Doa memiliki dua manfaat kaitannya dengan skripsi yaitu agar kita dimudahkan dalam menyelesaikan skripsi (sebagai orang beriman kita tentu yakin bahwa usaha tanpa doa adalah kesombongan), sedangkan disisi lain doa juga membuat kita secara psikologis lebih tenang menghadapi semua kendala kedepannya. Hal ini akan membuat kita lebih mudah dalam mengerjakan skripsi kita. Selain doa sendiri, doa orang tua juga sangat baik bagi kemajuan skripsi kita.

Skripsi merupakan ujian akhir proses perkuliahan agar bisa selesai dan menjadi seorang sarjana. Tidak mudah memang dalam mengerjakan skripsi. Ada faktor eksternal dan internal yang berpengaruh terhadap penyelesaian skripsi. Ulasan diatas bisa membantu anda manakala menghadapi kendala dalam skripsi agar kuliah bisa cepat selesai dan menjadi sarjana.

 

 

Cara Gila Mengerjakan Skripsi Agar Selesai Tepat Waktu

Bukan menyuruh menggunakan jasa skripsi semarang loh.

Setelah selesai mengambil seluruh mata kuliah ditambah kewajiban KKN (bagi beberapa kampus) kini tiba saatnya kamu mengerjakan kitab suci mahasiswa bernama skripsi. Yap, seusai menamatkan kewajiban teoritismu, sekarang tiba waktunya menguji kemampuanmu memahami berbagai materi lewat sebuah penelitian. Sebagai mahasiswa kamu pun diwajibkan melakukan riset sebagai syarat kelulusan.

Tidak sedikit orang mengaku bahwa momen tersebut adalah saat terberat selama mengamban status sebagai mahasiswa. Ada banyak pula yang mengaku gagal mengemban gelar sarjana karena tak mampu menyelesaikan skripsinya. Tapi nih, sebetulnya skripsi gak sesulit itu kok. Asalkan tahu tips dan triknya, skripsi bisa selesai secepatnya. Terus gimana dong caranya tips skripsi cepat selesai ?

#1 Buat deadline sendiri disertakan peringatan yang membuatmu merasa rugi kalau menunda mengerjakan skripsi.”Menunda skripsi = menunda waktu bertemu mertua!”

#2 Usahakan memilih tema penelitian yang memang kamu sukai dan pahami. Jangan karena standar ketinggian, skripsimu malah gak jelas akan selesai kapan.

#3 Meski belum teruji benar, pilih dosen yang punya gender berbeda denganmu. Kadang kalau sama-sama lelaki atau perempuan, sensinya suka berlebihan.
Ini bukan modus ya, cuma strategi saja, tapi kalau memang lanjut dan single ya gak apa-apa juga.

#4 Kerjakan skripsi di tempat yang memang kondusif. Pilih tempat yang memang membuatmu nyaman dan bisa konsentrasi tinggi.
Bagi yang senang di kafe ya ke kafe, kalau kamu suka tempat sepi yang silahkan kerjain di perpus, atau kalau malas kemana-mana ya di kamar saja.

#5 Perlakukan dosen pembimbing macam gebetan. Cari tahu kesukaannya biar proses skripsimu jadi lebih gampang.
Skripsi itu gak cuma butuh otak tapi juga strategi. Salah satu cara yang efektif adalah dengan mengetahui apa yang dosenmu sukai. Kalau dia senang musik, saat bimbingan selingi pembicaraan dengan musik kesukaannya. Sementara kalau dia suka makan, sesekali bawa saja makanan kesukaannya. Nah kalau dosen sudah jatuh hati, pasti deh skripsmu bisa lebih cepat selesai.

#6 Seandainya dosenmu nulis buku, jangan lupa gunakan buku tersebut sebagai referensi. Kalau gak sesuai sama tema penelitianmu, bawa aja pas bimbingan biar di tahu kamu ‘baca’.

#7 Rajin-rajin datang ke wisudaan teman biar cepat termotivasi. Malah kalau bisa ke nikahan sekalian, biar lebih semangat lagi.

#8  Kurangi jadwal nongkrong, manggung, atau apapun itu supaya kamu fokus. Kalau Pak Jokowi bilang, “Kerja, kerja, kerja” ya kamu “Skripsi, skripsi, skripsi.”

#9  Pastikan kamu berada pada lingkungan mahasiswa yang ingin segera lulus jadi sarjana. Hindari dulu teman yang kegiatannya masih main saja.

#10  Jangan lupa minta doa sama orangtua. Meski mereka berada jauh dari kita, tapi doanya masih sampai juga.

#11  Terakhir, kamu juga harus dong rajin berdoa minta penyertaan Tuhan. Ingat skripsi bisa selesai selain karena usaha tapi juga rahmat dari Yang Maha Esa.

 

 

Skripsi Cuma Remah-remah Dibanding Kehidupan Nyata. Percayalah!

Yakin kamu mau menyerah begitu saja?
Yang karena materi lah, karena halangan ini itulah, karena dosen pembimbing dan lain sebagainya. Sebenarnya skripsi itu sama sekali gak ada apa-apanya lho dibandingin sama banyak hal di kehidupan nyata. Ini beberapa alasannya.

1. Masih gemetar hadapi dosen pembimbing? Hayo, gemetaran mana sama menghadapi calon mertua?
Dosen pembimbing itu punya tugas untuk membimbingmu lho, coba bandingkan dengan calon mertua yang punya tanggung jawab untuk melindungi anaknya dan memastikan anaknya mendapatkan pasangan yang terbaik. Seram mana?

2. Bingung sama nentuin judul skripsi? Bingung mana sama nentuin masa depanmu sama pasangan dan calon anak-anakmu?
Mengaku habis bergelas-gelas kopi dan tongkrongan sana sini untuk dapatin inspirasi judul skripsi? Kamu tidak dapat menggunakan alasan itu dalam menghabiskan waktu menemukan jalan keluar terbaik untuk calon keluargamu. Waktu keburu habis, kantong keburu kempes!

3. Males urusin revisi yang banyak? Bayangin kalau kamu pulang kerja dan sampai rumah masih banyak banget yang perlu kamu selesaikan.
Revisi itu untuk kepentinganmu juga, makin berkurang revisi dalam skripsi maka makin bagus nilainya. Ini berguna bagi kamu untuk nantinya belajar menyelesaikan banyak masalah yang bahkan itu bukan untuk kepentinganmu.

4. Sesungguhnya dilema antara fix janjian dengan dosen pembimbing atau jalan-jalan bareng teman itu tidak ada apa-apanya, dibandingkan dilema antara disuruh bos lembur atau dipaksa pasangan dan anak-anak pergi tamasya.
Bingung mau pilih jalan-jalan sama teman-teman atau memenuhi janji dengan dosen pembimbing yang diajak menyamakan jadwal susahnya bukan main? Putuskan prioritasmu dengan tegas di atas hal-hal yang masih bisa kamu atur ke depannya. Sikap ini akan berguna dalam kehidupanmu nanti jika terus terasah.

5. Skripsi punya deadline yang pasti, jika tidak dipenuhi maka tidak akan lulus di semester tersebut. Sementara dalam kehidupan, kamu akan dihadapi berbagai ketidakpastian tapi tetap harus kamu selesaikan.
Titik akhirnya sudah jelas kok, hanya tinggal kamu yang bisa menjaga semangat atau motivasinya itu saja. Ada pelangi di akhir setiap badai kok. Tenang aja, hadapi satu per satu. Karena tingkat keganasan badai pun ada levelnya.

6. Kesalahan dalam skripsi masih bisa direvisi sebelum bentuk final, paling cuma dapat teguran. Kalau di kehidupan nyata? Jangan harap!
Dapat teguran dan mungkin olok-olok kecil dari dosen itu menguatkanmu kok. Lagipula itu berguna agar kamu tidak mengulang kesalahan yang sama dan berkembang menjadi lebih baik. Kalau di luar sana? Masyarakat umum hanya mementingkan apakah tindakanmu itu menguntungkan untuk mereka atau tidak. Jika tidak? Sumpah serapah akan enteng melayang. Kesalahan dalam skripsi adalah bentuk latihan agar siap dengan itu.

7. Menghadapi para dosen penguji yang bertugas membimbing sekaligus menilaimu itu tidak seberapa dibanding nantinya menghadapi para calon klien yang hanya peduli untuk keuntungannya.
Sama seperti masyarakat pada umumnya dengan kondisi yang lebih menekan dan menuntut, di dunia kerja atau usaha nanti, kamu akan menghadapi klien yang hanya memikirkan keuntungan yang semakin besar untuk mereka secara utama. Apakah kamu mendapatkan untung juga atau sesuatu yang lain? Itu nomor sekian bagi mereka. Berbeda dengan para dosenmu yang ingin membentuk dan menjaminmu untuk siap menghadapi klien-klien seperti itu nanti.

Skripsi adalah salah satu bagian penting dalam hidupmu untuk belajar bertanggung jawab minimal untuk diri sendiri dan orang-orang yang telah berjuang untukmu. Segala beban yang kamu rasakan selama mengerjakan skripsi itu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan tantangan-tantangan hidup di masyarakat nanti. Kamu cuma perlu percaya, kalau mampu melewati ini, kamu akan jadi pribadi yang lebih siap bermasyarakat. Semangat dan bersiaplah!

 

 

You May Also Like