Jasa Skripsi Semarang

konsultan skripsi semarang

Jasa skripsi semarang – Mahasiswa teknik informatika, sistem informasi, manajemen informasi dapat menyelesaikan skripsi atau tugas akhir membuat aplikasi berbasis web dengan meminta bantuan jasa skripsi semarang.

Ganeshasoftmedia penyedia jasa skripsi semarang

Jasa skripsi semarang adalah penyedia jasa menyelesaikan permasalahan skripsi teknik informatika. Skripsi teknik informatika bisa menjadi mudah atau menjadi sangat sulit. Menjadi mudah apabila mahasiswa tidak terlalu idealis dengan melakukan penelitian dengan tema yang “sulit” dan dosen pembimbing mensupport dengan bantuan dan kemudahan.  Skripsi teknik informatika bisa menjadi sulit apabila mahasiswa tidak memiliki kemampuan menyusun kata-kata dan tidak memiliki kemampuan programming (membuat program komputer).

 

jasa skripsi semarang

Apakah menggunakan jasa skripsi  semarang ilegal ?

Jawabannya TIDAK!

Menggunakan jasa skripsi  semarang tidak dilarang. Yang dilarang adalah meniru penelitian orang lain dan mengakuinya sebagai penelitian sendiri.  Penelitian yang 100% dibantu atau dikerjakan oranglain juga dilarang.

Apabila menggunakan jasa jasa skripsi  semarang, dijamin,, mahasiswa masih mengerjakan sebagian dari skripsi. Bahkan untuk urusan pemrograman (membuat program), ganeshasoftmedia mengajurkan mahasiswa mengambil sesi kursus sehinggan pemrograman dilakukan sendiri oleh mahasiswa.

Baca Artikel-artikel dibagian bawah …

 

Layanan jasa skripsi  semarang

Apa saja layanan yang bisa diberikan jasa skripsi  semarang untuk mahasiswa ?

  1. penyusunan laporan
  2. analisis dan design aplikasi
  3. pemrograman aplikasi

 

Harga konsultasi skripsi teknik informatika Jasa Skripsi Semarang

Rp 150.000,- / hari

“Saya kesulitan dalam memodifikasi dan menambahkan fitur pada program saya. Padahal hanya sedikit yang harus diperbaiki. Setelah itu skripsi saya selesai. Bantu saya memodifikasi dan memperbaiki bug di program saya.”

 

Rp 1.200.000  –  Rp. 1.700.000

“Tolong bantuan dalam mengembangkan perangkat lunak. Saya ingin konsultasi lengkap membuat software. Bab awal penelitian sudah saya selesaikan, dan analisis kebutuhan sudah disetujui dosen pembimbing.”

 

Rp  2.700.000 –  Rp. 3.200.000

“Saya sudah punya judul penelitian. Bantu saya melakukan penelitian. Saya juga akan banyak tanya-tanya, dan meminta saran atas revisi yang dosen pembimbing minta. Yang paling penting, saya mohon pendampingan penuh menyusun tugas skripsi saya.”

Detail biaya :
Konsultasi Bab 1 – 3  Rp 700.000,-
Konsultasi Bab 4 – selesai   Rp 1.000.000,-
Membuat perangkat lunak Rp 1.200.000 – 1.700.000

Kontak :
Ganeshasoftmedia jasa skripsi semarang
0888 40 18 148
Siap membantu skripsi mahasiswa teknik informatika (jurusan komputer)

 

 

AYO SALAHKAN JOKI SKRIPSI

Skripsi merupakan syarat seorang mahasiswa menyelesaikan pendidikan sarjana dengan tujuan agar mahasiswa mampu menyusun dan menulis suatu karya ilmiah, sesuai dengan bidang ilmunya. Permasalahan muncul ketika mahasiswa merasa tidak cukup mampu untuk menyelesaikan tugas penulisan skripsi. Fenomena joki skripsi hadir karena adanya permintaan dan penawaran. kultur akademik yang rendah, adanya pelaku pasar (para joki), serta regulasi yang tidak jelas. Regulasi pemerintah juga menjadi problem tersendiri.

Maraknya bisnis joki skripsi dipengaruhi pula oleh beberapa faktor, diantaranya adalah rendahnya budaya penelitian di kalangan civitas akademika perguruan tinggi. Maraknya jasa pembuatan skripsi di beberapa kota merupakan tantangan serius bagi perguruan-perguruan tinggi. Joki skripsi merupakan salah satu hal yang merusak citra pendidikan karena melahirkan sarjana yang tidak berkualitas. Mahasiswa cenderung menggunakan jasa joki skripsi karena belum adanya sanksi yang menjerat. Sanksi terhadap pengguna jasa joki skripsi belum ada.

Catatan: yang melahirkan sarjana tidak berkualitas adalah dosen dan universitas. joki mah pake aji mumpung dan hukum pasar. ada permintaan ada penawaran. termasuk jasa skripsi semarang.

Seorang oknum MA. Pria lulusan pendidikan Ekonomi dari salahsatu universitas negeri di daerah Rawamangun, menjalani bisnisnya sejak 2001. Pada dasarnya dia memang menyediakan jasapengolahan data dengan SPSS, namun rata-rata klien berdatangandengan hasil lapangan yang tidak bagus ketika dianalisa, karena itudia meng-upgrade data supaya hasilnya memuaskan. Akhirnya iamenyarankan klien untuk tidak perlu turun lapangan (http://edukasi.kompasiana.com).

Salah seorang joki skripsi di kawasan UMS. Narasumber mengakudirinya membanderol harga satu skripsi antara Rp1.100.000,00 hingga Rp2.000.000,00. (http://pabelan-online.com).

SJ alumnus STAIN Kudus, SJ mengaku bahwa ia tidak melakukanpromosi. Awalnya ia hanya membantu membuatkan satu-duamahasiswa, namun lambat laun menyebar. Mahasiswa yangkonsultasi kepada SJ dan umumnya “konsultan” skripsi lainnyabervariasi dalam meminta jasa. Ada yang hanya meminta judul,hanya membuatkan proposal, hanya sebagian dari skripsi, namunyang paling banyak adalah membuatkan skripsi secara keseluruhan (http://paradigmainstitute.com).

Joki skripsi menjadi sebuah fenomena yang membuat kejahatan akademis terlihat biasasaja, walaupun joki skripsi sebenarnya merupakan salah satu hal yang merusak citra pendidikankarena melahirkan sarjana yang tidak berkualitas. Bagi Ketua Dewan Pendidikan Provinsi DIYogyakarta Wuryadi, fenomena ini menandakan pendidikan telah dianggap sebagai komoditas yangpunya harga dan bisa diperdagangkan. Pemalsuan skripsi disebut sebagai bagian dari budaya instan pendidikan yang lebih mengutamakan kemudahan dibandingkan dengan moral dan proses. Mereka berambisi meraih gelar meski dengan skripsi pesanan. (Kompas, 19 Februari 2010).

Dalam buku „Academic Underground‟ diungkapkan bahwa Biro-biro Bimbingan Skripsi (BBS) merupakan permasalahan klise yang tidak hanya dialami di Jogja, tetapi juga dialami di kota-kota pendidikan di Indonesia. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut, antara lain: (1) Kejujuran intelektual akademik S1, S2, S3 cukup memprihatinkan, (2) Birokrasi penulisan skripsi di institusi, (3) Pola bimbingan dosen, serta (4) Motivasi klien yang ingin cepat selesai skripsi. (Hujair AH. Sanaky,2011).

Para penyedia jasa pembuatan skripsi (jasa skripsi semarang) melakukan berbagai promosi, selain dari mulut kemulut, para penyedia jasa ini melakukan pemasangan iklan di dinding bahkan di pohon-pohon yangmembuat iklan mereka mudah terlihat. Di Kota Semarang pun dengan mudahnya dapat kita jumpaiiklan-iklan yang menjual jasa skripsi, mulai dari pengetikan, olah data, bahkan pembuatan skripsi.Melalui iklan-iklan tersebut, joki skripsi mendapatkan klien dan dengan mudahnya klien dapat menghubungi penyedia jasa skripsi tersebut.

Adanya praktek joki skripsi di Semarang cukup menarik perhatian, karena Semarangmerupakan salah satu kota yang menjadi tujuan pendidikan karena terdapat banyak universitas baik negeri maupun swasta. Semarang juga merupakan ibu kota provinsi Jawa Tengah yang tentu saja menjadi kota tujuan para pelajar untuk melanjutkan studinya dalam jenjang S1. Semarang menjadi alternatif pilihan calon mahasiswa dari seluruh Indonesia karena berbagai faktor di antaranya:sarana dan prasarana yang memadai, dukungan pemerintah, kualitas lulusan yang kompetitif danjuga biaya hidup yang relatif murah di pulau Jawa.Proses untuk menyelesaikan program S1 bagi para mahasiswa merupakan hal yang wajib.

Skripsi menunjukkan karya tulis ilmiah yang ditulis berdasarkan riset dengan harapan dapatmelahirkan sarjana yang berkualitas secara intelektual dan mempunyai nalar ilmiah. Namun tugaspenulisan skripsi yang dibebankan kepada mahasiswa memunculkan “kebutuhan” dalampenyelesaiannya. Kebutuhan tersebut menuntuk ketersediaan waktu, kemampuan penelitian, biaya,akses internet, pembimbing, serta kebijakan akademik.

Perguruan tinggi menyediakan layanan pembimbing skripsi, dalam hal ini dosen menjadi pembimbing bagi mahasiswa, dosen yangditunjuk berdasarkan jurusan atau kompetensi sesuai dengan bidangnya. Namun masalah mulai muncul ketika mahasiswa merasa kurang mampu atau tidak sanggup untuk menyelesaikan skripsinya, bisa karena faktor tidak adanya waktu, ketidakmampuan atau kurang menguasai materi dan dapat juga karena terdesak batas masa studi, maka mahasiswa mencari jalan lain yaitu mempertimbangkan layanan bimbingan skripsi bahkan layanan pembuatan skripsi. Karena adanya permintaan atau kebutuhan akan layanan ini,maka bisnis layanan bimbingan skripsi atau perjokian skripsi ada dimana-mana.

 

AYO SALAHKAN MAHASISWA

 

Jasa skripsi semarang : Calon Sarjana Komputer Ndak Bisa Ngoding? Salah Siapa?

Sumber : http://cakshon.com/2015/04/16/calon-sarjana-komputer-ndak-bisa-ngoding-salah-siapa/

 

… Belajar pemrograman (ngoding) itu tidak seperti belajar matematika di jaman SMA, kalau nilainya kurang bagus bisa ikut BimBel atau Les Privat, latihan ngerjakan soal-soal yang mirip dengan soal-soal diujian. Karena ngoding itu tentang cara berfikir dan skill menyelesaikan permasalahan komputasional – Jasa Skripsi Semarang

belajar_coding

Ilustrasi: Code Program Java – Jasa Skripsi Semarang

Hari ini di milis dosen jurusan saya isu itu muncul kembali. Lagi-lagi, para dosen mengeluhkan semakin banyak mahasiswa yang tidak bisa ngoding di Jurusan yang meluluskan para Sarjana Komputer itu.

Dulu, kurikulumnya yang dituduh jadi biang kerok karena banyak mata kuliah pemrograman yang tidak dimunculkan tapi disisipkan di mata kuliah yang lain. Sekarang ketika kurikulum sudah diganti dengan yang baru, dimana mata kuliah – mata kuliah pemrograman itu dimunculkan kembali, nyatanya juga sama saja. Semakin banyak saja mahasiswa yang masih tidak bisa. Mungkin, tidak lebih dari 20% saja mahasiswa yang menguasai core skill sarjana komputer ini. Bahkan, bukan rahasia lagi yang sudah lulus dengan gelar S.Kom dan IPK bagus pun, banyak yang tetep tidak bisa ngoding properly. Ndak malu apa ya, dengan gelar Sarjana Komputer nya?

Benar memang, bahwa pekerjaan untuk lulusan sarjana komputer tidak terbatas pada ngoding saja. Tetapi, rasanya ada yang salah ketika kurikulumnya didesain untuk membuat mereka menguasai pemrograman, tetapi luaranya tidak seperti yang diharapkan. Dan ini menurut saya menjadi semacam alarm menjelang dimulainya MEA. Jika bigini, bagaimana para sarjana yang diharapkan jadi pemain unggul di industri kreatif ini mampu bersaing dengan pemain dari negara tetangga, seperti: Singapura, Thailand, Malaysia? Lalu, siapa yang salah?

Mahasiswanya pasti menyalahkan dosen nya yang ndak becus ngajar. Sebaliknya, dosen nya menyalahkan mahasiswanya yang tidak bisa diajar. Siapa yang benar, siapa yang salah? Baiklah, saya sebagai mantan mahasiswa, pernah jadi dosen, dan sekarang menjadi  mahasiswa lagi, mencoba mengurai akar permasalahan ini secara lebih fair. Catat ya, ini sekedar opini saya, benar tidaknya silah direfleksikan kepada sampean sendiri saja.

Mengapa Banyak Mahasiswa Calon Sarjana Komputer banyak yang merasa kesulitan belajar ngoding? sampai harus menggunakan jasa skripsi semarang

Para calon sarjana komputer ini bisa mahasiswa Jurusan ilmu komputer, teknik informatika, sistem informasi, dan jurusan yang serumpun lainya. Menurut saya penyebabnya adalah:

Pertama, karena banyak mahasiswa yang gagal ‘move on’ dari cara belajar di bangku sekolah ke cara belajar bangku kuliah. Dasar mata kuliah pemorgraman biasanya diberikan di semester 1 dan semester 2. Nah ketika cara belajar yang dipakai mahasiswa masih cara belajar di SMA disitulah akan menimbulkan masalah. Apa sih bedanya cara belajar anak sekolahan sama anak kuliahan? Filsosofinya sederhana sekali, anak sekolahan itu ibarat anak kecil yang belum bisa makan sendiri sehingga harus disuapi, kalau anak kuliahan sampean itu dianggap sudah besar (istilah keren nya ‘adult learner‘), sudah bisa makan sendiri.

Kalau lapar ya makan sendiri dan tahu makanan apa yang terbaik untuk kamu. Hampir semua mahasiswa hanya mengandalkan dan merasa sudah cukup belajar hanya dari perkuliahan di kelas, padahal kuliah  dikelas itu seharusnya hanya stimulus alias perangsang buat sampean untuk belajar sendiri lebih lanjut. Analoginya, kuliah di kelas hanya petunjuk makanan apa yang bagus untuk pertumbuhan sampean. Selanjutnya sampean sendiri yang harus mencari dan memakan sendiri makanan itu.

Kedua, karena semakin banyak mahasiswa yang SPOILED alias MANJA alias Manis Jancuki. 

Ini berdasarkan observasi saya membandingkan model mahasiswa jaman sekarang dan mahasiswa jaman saya dulu (awal 2000 an). Mungkin karena lingkungan jaman anak sekarang yang terlalu dimanja oleh teknologi dan dibalut budaya konsumerisme yang mengakibat mental ora wani soro ini. Mahasiswa jaman sekarang ke kampus dandananya modis, wangi. Ke kampus nyetir mobil. Peganganya berbagai Gadget. Tongkronganya (alasanya ngerjakan tugas bareng) di mall. Dari keluarga miskin, dapat tunjangan biaya hidup beasiswa Bidik Misi. Jaman saya kuliah dulu, baju andalanya jaket hima (dalamnya ndak ganti-ganti, bau pisan), ke kampus kebanyakan jalan kaki atau ngontel, atau sekeren-kerenya pakek sepeda motor butut. Handphone tuh yang punya masih beberapa orang dan masih handphone nokia monophonic yang bisa buat ngelempar asu.

Saya juga tahu dengan mata kepala sendiri, ada beberapa teman saya yang harus kerja serabutan demi untuk bertahan hidup karena orang tua tak mampu membiayai. Tetapi kalau bicara daya juang jangan tanya. Masih ingat jaman kuliah dulu, kalau ngerjakan tugas harus di lab. Hampir tiap malam bahkan sabtu-minggu ngelembur ngerjakan di Lab. Jangankan laptop, PC saja masih satu dua orang saja yang punya. Internet juga masih barang mahal, tidak seperti sekarang yang tersedia WIFI dimana-mana. Sehingga semuanya harus dikerjakan di Lab. Jamanya dosen saya (tahun 90-an) lebih soro lagi.

Tetapi kemudahan fasilitas yang dimiliki mahasiswa jaman sekarang itu anehnya tidak membuat mahasiswa semakin pintar. Benar filosofi huruf jawa, kalau dipangku mati, artinya kalau seseorang itu terlalu diberi kemudahan malah kreatifitasnya mati, dan sebaliknya.

Ketiga, ada gap knowledge yang terlalu lebar antar dosen dan mahasiswanya. Dosen setidaknya harus berijasah S2, banyak diantarnya yang bergerlar Doktor dan Professor. Nah, ini sering kali beberapa dosen secara tidak sadar bahwa yang berada dihadapanya adalah anak-anak yang baru lulus sekolah kemaren sore. Sering kali dosen ini menggunakan jargon-jargon yang kurang membumi yang sangat biasa di kepala dosen, tapi masih sangat asing di kepala para mahasiswa. Gap knowledge inilah yang sering kali membuat mahasiswa gagal paham bahkan malah bingung. Idealnya, seorang dosen yang hebat adalah yang bisa menjelaskan konsep-konsep yang rumit menjadi hal-hal sederhana yang mudah dipahami mahasiswanya, mindset nya ketika mengajar sementara harus dirubah dulu ke mindset anak-anak yang baru lulus sekolah kemaren sore.

 

AYO SALAHKAN DOSEN?

Dosen gak mungkin salah!
Atau gak mungkin mau disalahkan.

 

Pengalaman Investigasi :

Saat wawancara dengan pemilik success corp, makelar jasa pembuatan skripsi, yang mengaku dosen tamu di unnes dan berasal dari purwokerto, beliau mengatakan begini :

Jasa konsultasi skripsi belum ada hukumnya. yang ada adalah hukum plagiatisme/mencontoh/mencontek skripsi orang lain. Kalaupun saya mendirikan jasa konsultasi skripsi, toh kampus menyediakan 2 dosen pembimbing skripsi untuk mahasiswa. dan mereka dibayar juga. apa bedanya dengan kami. kami ada karena mahasiswa sering tidak nyaman dengan bimbingan dosen.  mereka hanya bisa menyalahkan tanpa memberi solusi.

 

Jasa Skripsi Semarang

Utamanya membantu mahasiswa yang gak bisa coding.
Sebenarnya lebih senang kalo mahasiswa mau les pemrograman. Tapi banyakan mahasiswa gak mau ambil pusing. mintanya terima jadi dan mereka yang cari uangnya.

Competitor : https://idtesis.com/jasa-pembuatan-tesis-semarang/

 

You May Also Like

Leave a Reply